SETIAP MUSLIM WAJIB MEMASUKI ISLAM SECARA KESELURUHAN

Posted: Februari 1, 2013 in Uncategorized

Manusia setelah memeluk agama Allah sejak masa Nabi Nuh as sampai Nabi Muhammad saw dinamakan muslim, berarti menyerah total kepada Allah dan RasulNya. Tidak boleh lagi bersifat dualisme, satu sisi patuh kepada Allah dan RasulNya,disisi lain patuh kepada tradisi-tradisi. Hal semacam ini bertentangan dengan Aqidah yang diyakininya.Dalam kalimat syahadat yang sering diucapkan tidak ada tuhan hanya Allah, berarti tidak ada suatu apapun yang diyakini dan perlu diamalkan, kecuali ajaran Allah dan RasuNya, inilah ajaran Tauhid dalam Islam. Karena itu perintah Allah agar setiap muslim memeluk Islam dalam arti keseluruhan (kafah) tidak separo – paro. Gerakan syaithan selalu menbidik untuk memalingkan ummat Islam kearah kekafiran. Kalau tidak kearah fasik, minimal kearah dualismme keyakinan kepada Allah ya. Kepada tradidisi ya, tujuannya supaya ummat Islam tersesat. Maka agar tidak tersesat Allah SWT memerintahkan memeluk Islam secara kafah. QS. 2:208

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”  ( QS. 2:208 ).

            Allah SWT menurunkan Agama Islam telah lengkap dan sempurna, kita sebagai hambanya tidak boleh mengada-ada atau menambah, apalagi pengamalan tradisi seolah-olah dijadikan ajaran Islam. Allah murka. QS. 2:79

“Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.(QS. 2:79) 

Sebagai muslim yang patuh kepada Allah dan Rasul, apa yang diperintah  kita amalkan, yang tidak,   jangan  dikerjakan, jangan mau  kita dikerjai syaithon untuk  dijerumuskan. Dalam  masalah  aqidah, ibadah dan muamalah, jangan sekali-kali mencampuradukan yang haq yang datangnya dari Allah dan yang bathil yang datangnya dari budaya manusia. Yang dimaksud Allah memeluk Islam secara kafah dalam arti keseluruhan, baik dari segi, aqidah,  ibadah,  muamalah,  mengatur  rumah  tangga,   upacara   kematian,   upacara   perkawinan, berdagang, bekerja dan lain sebagainya  bersifat  Islami  (berdasarkan ajaran Allah dan Rasul)  Kalau  pengamalan tidak kafah, separo dari ajaran Allah dan separo  lagi  dari  tradisi, Allah  akan  menyiksanya  dengan  siksa  yang berat. QS. 2:85

“Apakah kamu beriman  kepada  sebahagian  Al kitab  (Firman Allah)  dan  ingkar  terhadap  sebahagian   yang    lain? Tiadalah Balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan    dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah  tidak  lengah   dari  apa   yang kamu perbuat”.

Bersambung………..

Cirebon 20 Rabiul awal 1434 H / 1 Februari 2013 M

Pengasuh

( Prof.Dr.KH.Salim Badjri )

               

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s