MANUSIA DICIPTAKAN DALAM KEADAAN GELISAH

Posted: Februari 19, 2013 in Uncategorized

Edisi 009

Pengasuh : Prof.DR.H.Salim Bajri

manusia dan kegelisahanPada edisi yang lalu sedikit telah dijelaskan bahayanya seorang muslim yang sikap dan tindak tanduknya hanya mengikuti akal dan selera tanpa mengambil bimbingan wahyu Ilahi, akan bersikap egois, sombong dan takabbur walaupun dia seorang ilmuan, karena Allah berikan ilmu kepadanya sedikit sekali,

 

Allah swt Berfirman dalam Qs. 17 : 85 :

“dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Manusia untuk mengarungi kehidupan dunia diberi bekal oleh Allah tiga komponen, 1. Akal pikiran, agar mampu memikirkan semua yang ada dalam alam, 2. Hawa nafsu, agar tumbuh daya dorong untuk menumbuhkan kreatif dan dinamis, 3. Fitrah (nurani) cikal bakal untuk menumbuhkan iman.

Tiga komponen ini ada dua daya yang saling tarik menarik, yaitu hawa nafsu, yang menarik kearah keduniaan dan fitrah (nurani) ke arah iman, adapun akal pikiran mengikut kepada yang berhasil. Faktor inilah penyebab manusia selalu gelisah,

Allah swt berfirman dalam Qs. 90 : 4

“Sesungguhnya manusia kami ciptakan dalam keadaan gelisah”

Hawa nafsu inputnya terlalu banyak, semua kehidupan dunia yang dapat diimput oleh panca indra, itulah yang akan mewarnai pola hidup manusia dan merasa akan hidup seribu tahun, lupa akan kehidupan akhirat. Akal pikiran akan tunduk perintah hawa nafsu, selalu siap melaksanakan perintah. Justru di dunia ini kebanyakan menuju kearah negatip (yang mengasyikan), apakah mengunjungi tempat-tempat maksiyat, melakukan perjudian, perzinahan, meminum-minuman keras, narkoba, pembunuhan, korupsi, penggarongan dan lain sebagainya, sehingga tindak tanduknya tidak melambangkan seperti manusia, tetapi seperti hewan, bahkan lebih sadis, karena sudah menuhankan hawa nafsu.

Allah swt berfirman dalam Qs. 25 : 43-44 :

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?”

..”atau Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)”.

Adapun manusia muslim, yang mau membina fitrahnya dengan banyak mengkaji ayat-ayat Allah (Al-qur’an), maka fitrah berubah menjadi iman, pandangannya bukan hanya realita keduniaan, tetapi bisa mencapai alam ghaib. Akal pikiran tunduk patuh kepada perintah iman, siap untuk melaksanakan yang baik-baik berupa ibadah dan siap patuh kepada semua perintah Allah dan Rasul.

Contoh dibulan ramadhan siap untuk melaksanakan semua amal-amal ibadah apakah shalat berjamaah di masjid, sholat tarawih, tadarus, bangun sahur, mengikuti kuliah subuh, bershodaqoh, zakat dan lain sebagainya. Juga terhindar dari perbuatan buruk dan maksiyat. Hawa nafsupun berubah menjadi nafsul muthmainah. Maka ketiga komponen menjadi searah, fitrah menjadi iman, akal fikiran patuh pada iman, hawa nafsu menjadi nafsu muthmainah, kegelisahan menjadi hilang, yang ada ketenangan. Disinilah mendapatkan kenikmatan hidup.

Allah swt berfirman dalam Qs. 13 : 28 :

“orang-orang yang beriman hati mereka tenang, karena selalu mengkaji al-qur’an, ketahuilah mengkaji al-qur’an menenangkan hati”.

Bersambung…

Ikuti KAJIAN TAFSIR HARI JUM’AT MALAM & SABTU PAGI di

MAJLIS TA’LIM “ASY-SYAFI’I”

Jl. Pekarungan Panjunan Cirebon Telp. (0231) 203854 HP. 082116222138

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s