HAWA NAFSU MANUSIA BISA MERUSAK ALAM

Posted: Maret 5, 2013 in Uncategorized

Edisi 013

Oleh : Prof DR H Salim Bajri

Memeras Nafsu itu Nikmat Abadi

 

 

 

 

 

Assalamuallaikum wr wb…

Hawa nafsu yang ada pada diri setiap manusia apabila tidak dibina oleh wahyu Ilahi bisa merusak alam. Hal ini pernah diprediksi oleh para malaikat, dikala Allah menginformasikan kepada para malaikat, akan menugaskan Adam dan keturunannya (manusia) menjadi khalifah dimuka bumi untuk menguasai dan mengatur semua yang ada dalam alam. Kekuasaan besar ini diserahkan kepada manusia, karena manusia mempunyai kelebihan dari para malaikat, manusia diberi akal pikiran dan hawa nafsu, sedangkan malaikat hanya akal pikiran saja. Kalau dunia diserahkan kepada para malaikat, sejak dahulu sampai sekarang tidak akan ada pembangunan maupun kemajuan teknologi apa pun. Tetapi pada saat itu dikala para malaikat menerima informasi, mempertanyakan tugas manusia yang bisa membuat kerusakan dimuka bumi

Allah swt Berfirman dalam Qs. 2 : 30.

وَإِذ قالَ رَبُّكَ لِلمَلٰئِكَةِ إِنّى جاعِلٌ فِى الأَرضِ خَليفَةً ۖ قالوا أَتَجعَلُ فيها مَن يُفسِدُ فيها وَيَسفِكُ الدِّماءَ

وَنَحنُ نُسَبِّحُ بِحَمدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قالَ إِنّى أَعلَمُ ما لا تَعلَمونَ 

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi””. Mereka berkata: “”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?”” Tuhan berfirman: “”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

Manusia belum berkiprah, tapi seolah-olah malaikat sudah tahu, bahwa manusia akan membuat kerusakan di muka bumi, ini tiada lain karena malaikat mengetahui bahwa manusia disamping diberi akal pikiran diberi hawa nafsu. Hawa nfsu inilah yang akan membuat manusia lalai dari tugas pokok, terpedaya dengan kehidupan dunia dan melupakan bimbingan wahyu Ilahi. Pengetahuan malaikat tentang manusia, karena ada makhluk sejenis manusia yang tugasnya sama dan diciptakan lebih dahulu yaitu jin diberi akal pikiran dan hawa nafsu

Allah swt Berfirman dalam Qs. 51 : 56.

وَما خَلَقتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلّا لِيَعبُدونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

Dan Qs. 7 : 179

وَلَقَد ذَرَأنا لِجَهَنَّمَ كَثيرًا مِنَ الجِنِّ وَالإِنسِ ۖ لَهُم قُلوبٌ لا يَفقَهونَ بِها وَلَهُم أَعيُنٌ لا يُبصِرونَ بِها

وَلَهُم ءاذانٌ لا يَسمَعونَ بِها ۚ أُولٰئِكَ كَالأَنعٰمِ بَل هُم أَضَلُّ ۚ أُولٰئِكَ هُمُ الغٰفِلونَ

“Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai”

Karena manusia dijadikan khalifatullah fil ardhi maka disamping diberikan fasilitas lebih juga diberikan syariah agama Allah, agar manusia terhormat, istiqomah, amanah, fathonah dan lain sebagainya. Sehingga semua makhluk Allah yang ada dalam alam harus tunduk, patuh kepada manusia dan memberikan pelayanan seperlunya. Bumi menyediakan lahan agar manusia bisa berkiprah dengan leluasa, demikian juga air, angin, gunng-gunung, pohon-pohonan, berbagai hewan, udara, matahari, api, bulan, bintang-bintang dan lain sebagainya. Sebagai simbol malaikat yang mulia diperintah memberi hormat kepada Adam

Allah swt Berfirman dalam Qs. 2 : 34.

وَإِذ قُلنا لِلمَلٰئِكَةِ اسجُدوا لِءادَمَ فَسَجَدوا إِلّا إِبليسَ أَبىٰ وَاستَكبَرَ وَكانَ مِنَ الكٰفِرينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “”Sujudlah kamu kepada Adam,”” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”

Dikala manusia lupa akan tugasnya karena mengikuti kehendak hawa nafsu, mengabaikan perintah-perintah Allah dan melanggar laranganNya, bahkan berbuat maksiyat. Maka makhluk-makhluk Allah yang semula memberikan pelayanan dan hormat mulai enggan dan menunjukkan sikapnya yang tidak bersahabat. Bumi bergerak menjadi gempa-gempa, air menjadi banjir bandang, angin menjadi putting beliung, gunung-gunung bergerak dengan lahar dan letusan dan sebagainya. Itulah semua bencana akibat perbuatan durhaka yang didorong hawa nafsu.

Allah swt Berfirman dalam Qs. 29 : 40.

فَكُلًّا أَخَذنا بِذَنبِهِ ۖ فَمِنهُم مَن أَرسَلنا عَلَيهِ حاصِبًا وَمِنهُم مَن أَخَذَتهُ الصَّيحَةُ وَمِنهُم مَن خَسَفنا بِهِ

الأَرضَ وَمِنهُم مَن أَغرَقنا ۚ وَما كانَ اللَّهُ لِيَظلِمَهُم وَلٰكِن كانوا أَنفُسَهُم يَظلِمونَ

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”

Bersambung ………

Ikuti KAJIAN TAFSIRnya DI HARI JUM’AT MALAM & SABTU PAGI di

MAJLIS TA’LIM “ASY-SYAFI’I”

Jl. Pekarungan Panjunan Cirebon Telp. (0231) 203854 HP. 082116222138

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s