MANUSIA PADA UMUMNYA BERSIFAT DZHOLIM DAN BODOH

Posted: Maret 22, 2013 in Uncategorized

EDISI 016

Pengasuh: Prof. Dr. KH Salim Badjri

assalamuallaikum wr wb…

Semua-Pintu-Surga-wakrizki.net          Kalau memperhatikan sejarah kehidupan manusia sejak mendapatkan mandat sebagai khalifah dimuka bumi, Malaikat sudah memprediksi kerjanya akan  membuat kerusakan, akibat dorongan hawa nafsu dan meninggalkan bimbingan wahyu Ilahi. Nyatanya benar, sampai sekarang sebahagian besar manusia suka menunjukan egonya, seolah2 dia menjadi orang yg super, serba mampu dalam segala hal. Padahal yg bersangkutan termasuk orang yg bodoh dan dzalim, karena tidak mendapatkan bimbingan wahyu Ilahi. Daya nalarnyapun hanya sebatas otaknya saja yg serba terbatas.

 

Dalam QS. 17: 85. Allah swt berfirman :

وَما أوتيتُم مِنَ العِلمِ إِلّا قَليلًا……

“…..Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Perintah Allah menawarkan amanat (tugas2 keagamaan) kepada langit, bumi dan gunung2, semuanya menolak dan tidak siap, tetapi manusia dengan egonya seolah2 siap, sikap semacam itu tiada lain karena dorongan hawa nafsu yg menumbuhkan egois dan tidak bersifat tawadhu. Sehingga kata Allah manusia bersifat dzalim lagi bodoh.

Dalam QS. 33: 72. Allah swt berfirman :

إِنّا عَرَضنَا الأَمانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالأَرضِ وَالجِبالِ فَأَبَينَ أَن يَحمِلنَها وَأَشفَقنَ مِنها وَحَمَلَهَا الإِنسٰنُ ۖ إِنَّهُ كانَ ظَلومًا جَهولًا

    “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh”,

Sikap ego ini sangat berbahaya, bisa menjadi orang yg sombong  dan takabbur, seperti telah dijelaskan pada edisi 015 terdapat surat Luqman ayat 21. Allah mengajak mereka agar  mengikuti wahyu Ilahi  untuk menjadi bimbingannya. Tetapi dengan tegas mereka menolak ajakan Allah, bahkan lebih cenderung untuk mengikuti ajaran ayah2 mereka (neneknya moyangnya). Ini jawaban yg menunjukan kebodohan dan kedzalimannya, seolah2 ayahnya lebih pinter dari pada Allah. Sampai saat ini masih banyak manusia muslim yg mempunyai sifat seperti ini, mengabaikan ayat2 Allah, bahkan  lebih cenderung mengikuti tradisi hasil produk nenek moyangnya. Perbuatan semacam ini menunjukan suatu keyakinan nenek moyang (pendahulunya)  lebih hebat daripada Allah. Inilah yg dikatakan manusia itu dzalim lagi bodoh, Allah telah memberikan akal pikiran dan panca indra, tetapi tidak berfungsi, karena telah menuhankan hawa nafsu, sebagiamana telah dijelaskan pada edisi 014 yg lalu. Tidak lagi mampu memikirkan ciptaan dirinya, yg bisa melihat, mendengar, berbicara, berfikir dlsb. Demikian juga tidak mampu memikirkan ciptaan Allah dalam alam ini.

Dalam QS. 30: 8.Allah swt berfirman :

أَوَلَم يَتَفَكَّروا فى أَنفُسِهِم ۗ ما خَلَقَ اللَّهُ السَّمٰوٰتِ وَالأَرضَ وَما بَينَهُما إِلّا بِالحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثيرًا مِنَ النّاسِ بِلِقائِ رَبِّهِم لَكٰفِرونَ

“Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. dan Sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan Pertemuan dengan Tuhannya”.

Orang2 yg mempunyai sifat semacam ini, pasti akan mengalami penyesalan yg sangat dalam di akherat kelak, dikala fonis telah diputuskan dan eksekusi akan dilaksanakan. Mohon kepada Allah seolah2 dirinya tidak bersalah, hanya sekedar mengikuti guru2nya (pendahununya). Maka karena fonis sudah menjadi keputusan dan siksa yg dahsyat  sudah harus segera  dirasakan, maka yg bersangkutan  melampiaskan dendamnya, mohon kepada Allah agar guru2nya (pendahulunya) yg mengajarkan terjadinya kekeliruan yg mengakibatkan sesat, agar disiksa dua kali lipat dan dilaknat dg laknat yg besar. Tapi ini semua tidak lagi berguna, dan tidak meringankan siksanya, apalagi membebaskannya dari siksa. Lain halnya selagi masih di dunia, mengadakan introspeksi, kemudian bertobat, Allah terima tobatnya.

Dalam QS. 33: 66,67,68.Allah swt Berfirman :

يَومَ تُقَلَّبُ وُجوهُهُم فِى النّارِ يَقولونَ يٰلَيتَنا أَطَعنَا اللَّهَ وَأَطَعنَا الرَّسولا۠   ٦٦     

66. : “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “”Alangkah baiknya, andai kata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”

وَقالوا رَبَّنا إِنّا أَطَعنا سادَتَنا وَكُبَراءَنا فَأَضَلّونَا السَّبيل ٦٧

67  : “Dan mereka berkata: “”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).”

رَبَّنا ءاتِهِم ضِعفَينِ مِنَ العَذابِ وَالعَنهُم لَعنًا كَبيرًا   ٦٨ 

68 : “Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar””.”

Bersambung….

Ikuti KAJIAN TAFSIRnya DI HARI JUM’AT MALAM & SABTU PAGI di

MAJLIS TA’LIM “ASY-SYAFI’I”

Jl. Pekarungan Panjunan Cirebon Telp. (0231) 203854 HP. 082116222138


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s