SYAITHAN SELALU MENDORONG MUSLIM UNTUK BERBUAT BID’AH DAN KHURAFAT

Posted: Maret 22, 2013 in Uncategorized

22

EDISI 017

Pengasuh: Prof. Dr. KH Salim Badjri 

assalamuallaikum wr wb…

Sebagaimana telah dijelaskan pada edisi 016, Allah swt telah memberikan predikat kpada manusia, sangat dzalim dan sangat bodoh.karena sebahagian besar manusia menolak bimbingan wahyu Ilahi. Padahal mengambil bimbingan wahyu Ilahi mendatangkan kebahagiaan, ketentraman dan keselamatan dunia akhirat. Tetapi manusia lebih cenderung mengikuti selera hawa napsunya, inilah penyebab manusia dikatakan sangat dzalim dan sangat bodoh, karena mau menerima amanat, tetapi menolak wahyu Ilahi, berarti tidak mampu melaksanakan amanat. Menurut Imam Al Alusi Al Baghdadi didalam kitabnya Tafsir Ruhul Ma’ani jilid ke 12 halaman 113:

إنه كان ظلوما جهولا, إنه كان مفرطا في الظلم مبالغا

“Sesungguhnya kedzaliman  dan kebodohan manusia sudah melampau batas”

Dikatakan sangat dzalim, karena pada umunya manusia selalu menentang penciptanya Allah swt yg memberikan kehidupan dan segala-galanya. Juga dikatakan sangat bodoh, karena selalu menolak wahyu Ilahi, darimana lagi manusia akan mendapatkan bimbingan, kalau bukan dari sang penciptanya Al Khaliq. Adapun kalau manusia bisa menguasai teknologi bukan dikatakan pandai, itu adalah hal yg mudah, karena Allah telah memberikan dasarnya, yaitu hawa napsu untuk menumbuhkan kreatif dan dinamis dan akal untuk memprosesnya. Teknologi dikatakan mudah karena masalah keduniaan dan tidak ada faktor penghambat untuk menggagalkan, baik dari hawa napsu maupun dari syaithan. Lain halnya untuk mampu menguasai wahyu Ilahi, perlu adanya kemampuan yg sungguh2 menghubungkannya dg fitrah (nurani) sehingga mampu menundukan hawa napsu, menjadi napsul mutmainnah dan menyakini benar tentang wahyu Ilahi. Ini diperlukan keikhlasan yg tinggi.

QS. An Nisa. 4:146. :

إِلَّا الَّذينَ تابوا وَأَصلَحوا وَاعتَصَموا بِاللَّهِ وَأَخلَصوا دينَهُم لِلَّهِ فَأُولٰئِكَ مَعَ المُؤمِنينَ ۖ وَسَوفَ يُؤتِ اللَّهُ المُؤمِنينَ أَجرًا عَظيمًا

“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar”.

Berbicara manusia sangat dzalim, ada juga manusia yg mau menerima bimbingan wahyu Ilahi, tetapi merasa kurang puas dengan hanya bimbingan wahyu Ilahi saja, sehingga mau menerima dorongan hawa napsu dan syaithan untuk menambah-nambah ajaran agama yg telah ditentukan Allah. Sehingga Allah telah menegur penganut  agama-agama terdahulu karena berlebihan,  mengakibatkan  sesat.  Teguran  ini  dicantumkan dalam  Al Qur’an, merupakan peringatan bagi ummat Islam jangan mengikuti cara2 umat terdahulu menambah2 ajaran agama Allah.

Dalam QS. 5: 77. Allah swt berfirman :

قُل يٰأَهلَ الكِتٰبِ لا تَغلوا فى دينِكُم غَيرَ الحَقِّ وَلا تَتَّبِعوا أَهواءَ قَومٍ قَد ضَلّوا مِن قَبلُ وَأَضَلّوا كَثيرًا وَضَلّوا عَن سَواءِ السَّبيلِ

“Katakanlah: “Hai ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”.

Allah memberikan teguran kepada penganut agama samawi yg menerima kitab dari Allah, dalam beragama jangan berlebihan kecuali yg haq, dari Allah (Al Qur’an) dan dari Rasul (Al Hadits). Dan didalam melaksanakan syariah agma Allah  jangan ditambah lagi menurut selera hawa napsu dari suatu kaum (faham golongan), sejak dahulu mereka sudah sesat, dan banyak menyesatkan manusia. Inilah sifat manusia sejak dahulu bersifat so pinter dan egois, Allah sudah mengatur agamaNya serba mudah, tetapi ditambah-tambah lagi sehingga menjadi sulit, sedangkan para penganut agama Allah, diperintahkan agar menyerah total (menerima sepenuhnya) kepada agama Allah. Karena itu manusia diberi predikat sangat dzalim dan sangat bodoh, orang2 semacam ini akan mendapatkan murka Allah, dan Allah tidak akan membei hidayah lagi kepada mereka sampai akhir hayat.

Dalam QS. 61:7 Allah swt Brfirman :

وَمَن أَظلَمُ مِمَّنِ افتَرىٰ عَلَى اللَّهِ الكَذِبَ وَهُوَ يُدعىٰ إِلَى الإِسلٰمِ ۚ وَاللَّهُ لا يَهدِى القَومَ الظّٰلِمينَ

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim”.

Bersambung….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s