Masih Banyak Muslim yang Lupa akan Hari Akhirat

Posted: Maret 28, 2013 in Uncategorized

EDISI 019

28 Maret 2013

Pengasuh : Prof.DR.H.Salim Bajri

assalamuallaikum warrahmatullahi wabarrakatuh

Setiap muslim meyakini bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, kehidupan yang kekal adalah di akhirat. Namun banyak manusia terkecoh, karena dunia bersifat realistis, sangat banyak keindahan-keindahan yang menarik memenuhi kehendak selera, sehingga mendorong hawa nafsu merubah sikap, yang semula menyadari dunia bersifat sementara, akhirnya berubah dunia menjadi tujuan utama. Karenanya banyak manusia muslim mengabaikan perintah Allah dan Rosul demi untuk memperoleh materi kehidupan dunia, di tempuh dengan berbagai cara, ada yang berjudi, rentenir, korupsi, ada pula yang menjual ayat-ayat Allah, maupun dzikir-dzikir untuk menjadi jimat-jimat

Dalam Qs. 2 : 41-42 Allah swt Berfirman :

وَءامِنوا بِما أَنزَلتُ مُصَدِّقًا لِما مَعَكُم وَلا تَكونوا أَوَّلَ كافِرٍ بِهِ ۖ وَلا تَشتَروا بِـٔايٰتى ثَمَنًا قَليلًا وَإِيّٰىَ فَاتَّقونِ

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa ” 41

وَلا تَلبِسُوا الحَقَّ بِالبٰطِلِ وَتَكتُمُوا الحَقَّ وَأَنتُم تَعلَمونَ

” Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” 42

Dalam ayat tersebut di atas Allah murka kepada orang yang mengadakan transaksi dari ayat-ayat Allah dengan tujuan tertentu masalah keduniaan sehingga merusak iman seseorang, sebagaimana yang telah dijelaskan pada edisi 018. Dan tidak boleh al haq (ayat Al-Qur’an) dicampur adukan dengan yang bathil (produk-produk manusia yang menyesatkan). Yang dimaksudkan menjual belikan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, walaupun menerimanya milyaran, itu adalah sedikit karena tidak dibawa ke akhirat. Menurut Imam Al Baidhowi, dalam kitabnya tafsir Al Baidhowi jilid 1 hal 58.

ولاتشتروابآياتي ثمناقليلا: ولا تستبدلوابالإيمان

jangan kamu tukarkan iman dengan kesenangan kehidupan dunia”

Tujuan Allah menurunkan wahyuNya sejak zaman nabi Nuh a.s sampai akhir zaman, merupakan hidayah bagi hamba-hambaNya dalam rangka pembentukan iman, agar manusia tidak berbuat musyrik. Karena orang-orang yang berbuat musyrik (menyekutukan Allah) di samping dosa besar, diancam di neraka selama-lamanya, dan semua hasil ibadahnya akan sirna

Dalam Qs. 6 : 88. Allah swt Berfirman :

ذٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهدى بِهِ مَن يَشاءُ مِن عِبادِهِ ۚ وَلَو أَشرَكوا لَحَبِطَ عَنهُم ما كانوا يَعمَلونَ

Itulah (Al Qur’an) petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”

Kalau manusia muslim tidak benar-benar minat untuk memahami dan mengamalkan isi Al-qur’an, pasti akan diperdayakan oleh syaithan. Sedangkan syaithan ada dua jenis syayathinul insi (syaithan wujud manusia) dan syayathinul Jinni (Syaithan wujud jin). Kedua jenis syaithan ini bekerja maksimal untuk menggugurkan iman umat Islam dengan berbagai cara. Membisik-bisik kata-kata yang indah, memberikan harapan sukses kehidupan dunia, tiada lain merupakan tipu daya belaka. Dalam Qs. 6 : 112 Allah swt Berfirman :

وَكَذٰلِكَ جَعَلنا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيٰطينَ الإِنسِ وَالجِنِّ يوحى بَعضُهُم إِلىٰ بَعضٍ زُخرُفَ القَولِ غُرورًا ۚ وَلَو شاءَ رَبُّكَ ما فَعَلوهُ ۖ فَذَرهُم وَما يَفتَرونَ 

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”.

Janji-janji muluk yang dibisikan syaithan-syaithan ini bukan saja kebahagiaan di dunia, tapi juga kebahagiaan di akhirat. Karenanya setiap muslim jangan mudah percaya dan terpedaya dengan janji-janji muluk, harus berpegang teguh kepada ayat-ayat Allah Alqur’an dan hadits rasul yang shohih. Jangan sampai terjerumus akan menyesal dibelakang, setelah mati tidak bisa kembali lagi ke dunia untuk bertobat. Dalam Qs. 14 : 22 Allah swt Berfirman : 

وَقالَ الشَّيطٰنُ لَمّا قُضِىَ الأَمرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُم وَعدَ الحَقِّ وَوَعَدتُكُم فَأَخلَفتُكُم ۖ وَما كانَ لِىَ عَلَيكُم مِن سُلطٰنٍ إِلّا أَن دَعَوتُكُم فَاستَجَبتُم لى ۖ فَلا تَلومونى وَلوموا أَنفُسَكُم ۖ ما أَنا۠ بِمُصرِخِكُم وَما أَنتُم بِمُصرِخِىَّ ۖ إِنّى كَفَرتُ بِما أَشرَكتُمونِ مِن قَبلُ ۗ إِنَّ الظّٰلِمينَ لَهُم عَذابٌ أَليمٌ 

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.”

bersambung………

Ikuti KAJIAN TAFSIRnya DI HARI JUM’AT MALAM & SABTU PAGI di

MAJLIS TA’LIM “ASY-SYAFI’I”

Jl. Pekarungan Panjunan Cirebon Telp. (0231) 203854 HP. 082116222138

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s