Masih Banyak Muslim yang Meyakini Tradisi untuk Moyang daripada Al Qur’an

Posted: April 12, 2013 in Uncategorized

EDISI 25

Oleh : Prof.DR.H.Salim Bajri

moyang

assalamuallaikum warrahmatullahi wabarrakatuh..

Kaum musyrik Mekkah yang diberi predikat kaum jahiliyah, yang berarti orang-orang yang bersifat bodoh, bukan bodoh dari ilmu pengetahuan, tetapi bodoh dari yang haq (wahyu Ilahi). Karena amalan mereka penuh dengan bid’ah, khurafat kemusyrikan, dan juga berbagai bentuk kemaksiatan. Kalau memperhatikan sikapnya yang terdapat di surat Azzumar ayat 3 yang telah dimuat pada edisi 023, nampaknya mereka sangat tawadhu dan selalu ingin dekat dengan Allah. Berarti mereka mencintai Allah, tetapi pada saat itu sudah tidak ada lagi wahyu Ilahi untuk menjadi pembimbingnya sebagai hidayatullah. Karenanya satu-satunya yang menjadi rujuknya hawa napsu dan tradisi nenek moyang, sehingga peribadinya terbentuk  mendarah daging dengan sifat tersebut. Maka dikala Nabi Muhammad saw diutus menjadi Rasul, mengajak mereka dengan membawa firman-firman Allah, dengan tegas mereka menolak Qs. Lukman (31:21).

وَإِذا قيلَ لَهُمُ اتَّبِعوا ما أَنزَلَ اللَّهُ قالوا بَل نَتَّبِعُ ما وَجَدنا عَلَيهِ ءاباءَنا ۚ أَوَلَو كانَ الشَّيطٰنُ يَدعوهُم إِلىٰ عَذابِ السَّعيرِ

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. mereka menjawab: “(Tidak), tapi Kami (hanya) mengikuti apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya”. dan Apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?”

Seharusnya mereka menerima dengan gembira dan senang, karena mereka sudah mengenal Allah dan mencintai-Nya. Tetapi malah sebaliknya menolak dengan keras sambil mengatakan cukup yang kami peroleh dari nenek moyang kami. Akibat lamanya tenggelam dalam pengamalan tradisi, maka menjadi sangat sesat, karena menganggap nenek moyangnya lebih hebat dari Allah. Padahal nenek moyangnya telah berbuat musyrik dan sedang digiring syaithan untuk dijerumuskan ke neraka jahannam. Orang-orang yang sudah tenggelam dalam pengamalan-pengamalan tradisi semacam ini, kalau diperingatkan dengan ayat-ayat Allah, merasa tidak senang dan tersinggung. Bahkan merasa ketenangannya diusik, sehingga menimbulkan emosi dan menolak ayat-ayat Allah dengan sombong, tanpa disadari dirinya telah dikuasai syaithan Qs. Lukman (31:7).

وَإِذا تُتلىٰ عَلَيهِ ءايٰتُنا وَلّىٰ مُستَكبِرًا كَأَن لَم يَسمَعها كَأَنَّ فى أُذُنَيهِ وَقرًا ۖ فَبَشِّرهُ بِعَذابٍ أَليمٍ

“Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan- akan ada sumbat di kedua telinganya; Maka beri kabar gembiralah Dia dengan azab yang pedih”.

Ini hebatnya gerakan syaithan, walaupun semula orang mencintai Allah, tapi hawa napsunya digiring agar mau mengamalkan amalan-amalan tradisi yang bukan ajaran dari Allah, bahkan bertentangan dengan ajaran Allah. Ketika ajaran Allah disampaikan kepadanya, tidak menyukainya, walaupun masih mencintai Allah. Hal semacam ini tak ubahnya seperti seorang anak bersalaman kepada kedua orang tuanya pagi, sore, tapi nasihatnya tidak pernah digubris. Karenanya pesan Allah, jadilah seorang muslim yang patuh sepenuhnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Qs. Al-Baqarah (2:208).

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.

Jangan memberi celah sedikitpun kepada syaithan, nanti berkelanjutan, sehingga terjerumus ke lembah kesesatan menjadi musyrik. Jangan mengambil resiko, hidup didunia hanya sekali, mati bukan experiment dan tidak ada her. Karenanya mempersiapkan hari akhirat harus serius, patuh benar-benar kepada Allah dan Rasul agar tidak gagal di akhirat dan tidak menyesal. Karena yang gagal di akhirat, menjerit-jerit minta dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki amal-amalnya ssuai perintah Allah dan Rasul, tetapi bagaimanapun tidak bisa dan tetap ditolak. Qs. Fathir (35: 37).

وَهُم يَصطَرِخونَ فيها رَبَّنا أَخرِجنا نَعمَل صٰلِحًا غَيرَ الَّذى كُنّا نَعمَلُ ۚ أَوَلَم نُعَمِّركُم ما يَتَذَكَّرُ فيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجاءَكُمُ النَّذيرُ ۖ

فَذوقوا فَما لِلظّٰلِمينَ مِن نَصيرٍ

“Dan mereka berteriak-teriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Kata Allah: apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun”.

Bersambung ………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s