MUSLIM YANG BERSIFAT MUNAFIK AKAN DITUTUP PINTU HATINYA

Posted: April 12, 2013 in Uncategorized

EDISI 21

muna

Oleh : Prof.DR.H.Salim Badjri

assalamuallaikum warrahmatullahi wabarrakatuh….

Sertiap manusia yang mengaku dirinya muslim, pasti ingin mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Keinginan semacam itu harus ditempuh secara maksimal, tidak bisa sekedar angan-angan belaka, apalagi hubungannya dengan hari akhirat yang kekal selamanya. Dalam menempuh jalan ini perlu menumbuhkan keyakinan yang sungguh-sungguh, karena yang berhubungan dengan hari akhirat bersifat abstrak, lain halnya dengan masalah keduniaan bersifat realistis dan nyata yang bisa langsung dirasakan dan dinikmati. Karenanya banyak manusia muslim yang patah dalam perjalanan dunia, tidak bisa melanjutkan harapan dan cita-citanya untuk memperoleh kebahagiaan dan keselamatan di akhirat. Sehingga waktu yang berharga dan terbatas, habis dengan masalah keduniaan, akhirnya lupa dengan hari akhirat.

Qs : 6:44.

فَلَمّا نَسوا ما ذُكِّروا بِهِ فَتَحنا عَلَيهِم أَبوٰبَ كُلِّ شَيءٍ حَتّىٰ إِذا فَرِحوا بِما أوتوا أَخَذنٰهُم بَغتَةً فَإِذا هُم

مُبلِسونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” 

Kebiasaan manusia kalau sudah lupa kepada hari akhirat lupa kepada Allah, akhirnya banyak melanggar larangaNya. Tetapi Allah mengulurnya, dikabulkan semua keinginannya di dunia sehingga bersenang-senang dan bersukaria dengan berbagai kenikmatan dunia. Karena itu banyak manusia yang suka lupa meminta-minta kepada selain Allah, apakah kepada jimat-jimat, dukun-dukun, kuburan-kuburan yang dianggap keramat, Allah memberi saja kemauanya, ,karena mereka sedang diuji, bahkan diulur oleh Allah, sampai kemana maunya. Dikala mereka merasa senang karena cita-citanya berhasil, maka Allah timpakan azab dengan seketika, apakah terkena serangan jantung, tensi naik, menyebabkan setruk, gagal ginjal harus cuci darah, terkena penyakit kanker, atau terkena bencana dlsb. Ini baru azab dunia, nanti di akhirat lebih parah lagi. Karena yang bersangkutan seorang muslim, sudah berjanji kepada Allah pada setiap raka’at dalam shalat, dikala membaca al Fatihah.

Muslim yang mengingkari janji semacam ini menjadi fasik, kalau tidak segera bertaubat, berlanjut menjadi munafiq, dan Allah sangat murka. Pertama ingkar janji, menjadi munafiq. Kedua minta-minta kepada selain Allah, menjadi musyrik.

Qs. 33:73.

لِيُعَذِّبَ اللَّهُ المُنٰفِقينَ وَالمُنٰفِقٰتِ وَالمُشرِكينَ وَالمُشرِكٰتِ وَيَتوبَ اللَّهُ عَلَى المُؤمِنينَ وَالمُؤمِنٰتِ ۗ وَكانَ اللَّهُ

غَفورًا رَحيمًا

“Sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

 Karenanya sebagai muslim, agar tidak lupa kepada tujuan pokok, hari akhirat , harus senantiasa membaca al-Qur’an dengan terjemah, karena al Qur’an itu hudan (petunjuk), karenanya perlu dengan terjemah agar kita bisa memahami artinya dan mengamalkan isinya. Bagi yang tidak minat kepada ayat-ayat Allah, berarti mengkufurinya, maka Allah akan menutup mata hatinya, telinganya dan pandangan matanya, sehingga selamanya tidak bisa lagi menerima hidayah. Maka yang bersangkutan menjadi munafik, kerjanya suka memutar balikan ayat-ayat Allah dan hadits Rasul untuk memperoleh materi keduniaan. Sifatnya berpura-pura menjadi orang beriman, mau menipu Allah, dan orang beriman, padahal menipu dirinya sendiri, karena Allah maha tahu. Orang semacam ini kata Allah, hatinya berpenyakit, kalau tidak segera bertoubat, penyakit hatinya ditambah lagi oleh Allah dan kelak akan menerima siksa yang pedih, karena selalu bergumul dengan syaithan.

Qs. 2:7,8,9,10.

ذٰلِكَ الكِتٰبُ لا رَيبَ ۛ فيهِ ۛ هُدًى لِلمُتَّقينَ ﴿٢﴾ الَّذينَ يُؤمِنونَ بِالغَيبِ وَيُقيمونَ الصَّلوٰةَ وَمِمّا رَزَقنٰهُم يُنفِقونَ ﴿٣﴾ وَالَّذينَ يُؤمِنونَ بِما أُنزِلَ إِلَيكَ وَما أُنزِلَ مِن قَبلِكَ وَبِالءاخِرَةِ هُم يوقِنونَ ﴿٤﴾ أُولٰئِكَ عَلىٰ هُدًى مِن رَبِّهِم ۖ وَأُولٰئِكَ هُمُ المُفلِحونَ ﴿٥﴾ إِنَّ الَّذينَ كَفَروا سَواءٌ عَلَيهِم ءَأَنذَرتَهُم أَم لَم تُنذِرهُم لا يُؤمِنونَ ﴿٦﴾ خَتَمَ اللَّهُ عَلىٰ قُلوبِهِم وَعَلىٰ سَمعِهِم ۖ وَعَلىٰ أَبصٰرِهِم غِشٰوَةٌ ۖ وَلَهُم عَذابٌ عَظيمٌ ﴿٧﴾ وَمِنَ النّاسِ مَن يَقولُ ءامَنّا بِاللَّهِ وَبِاليَومِ الءاخِرِ وَما هُم بِمُؤمِنينَ ﴿٨﴾ يُخٰدِعونَ اللَّهَ وَالَّذينَ ءامَنوا وَما يَخدَعونَ إِلّا أَنفُسَهُم وَما يَشعُرونَ ﴿٩﴾ فى قُلوبِهِم مَرَضٌ فَزادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُم عَذابٌ أَليمٌ بِما كانوا يَكذِبونَ ﴿١٠﴾

“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang Amat berat. Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”

Bersambung…….

Prof.DR.H.Salim Badjri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s