ORANG YANG TIDAK SUKA MENGKAJI KITAB SUCINYA HATINYA MEMBATU

Posted: April 12, 2013 in Uncategorized

EDISI 24

Oleh : Prof.DR.H.Salim Badjri

assalamuallaikum warrahmatulllahi wabarrakatuh….

jalanOrang-orang ahlul kitab Yahudi dan Nashrani, selagi kitab sucinya Taurat dan Injil masih asli, mereka digolongkan orang-orang beriman dan taqwa, karena mental dan jiwa mereka dibina dan dibimbing oleh wahyu Ilahi. Tetapi setelah kitab Taurat dan Injil, rusak dan tidak asli lagi, mereka kebingungan mencari yang haq, sehingga keluar watak dan sifat hawa napsu negative dan dijerumuskan syaithan kearah kesesatan. Yang semula digolongkan beriman dan taqwa, berubah menjadi fasik, karena terlepas dari bimbingan wahyu Ilahi. Keinginan dekat dengan Tuhannya masih ada, tapi sudah tidak tahu lagi caranya. Sehingga orang-orang Yahudi mengangkat Uzair, menjadi anak Tuhan, dan Nashrani juga mengangkat Nabi Isa sebagai anak Tuhan dan kekasihNya. Qs. Al-Maidah (5:18).

وَقالَتِ اليَهودُ وَالنَّصٰرىٰ نَحنُ أَبنٰؤُا۟ اللَّهِ وَأَحِبّٰؤُهُ ۚ قُل فَلِمَ يُعَذِّبُكُم بِذُنوبِكُم ۖ بَل أَنتُم بَشَرٌ مِمَّن خَلَقَ ۚ يَغفِرُ

لِمَن يَشاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشاءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلكُ السَّمٰوٰتِ وَالأَرضِ وَما بَينَهُما ۖ وَإِلَيهِ المَصيرُ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “”Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya””. Katakanlah: “”Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?”” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).”

 Mereka menganggap ruh-ruh ini dekat dengan Tuhan dan bisa mendekatkannya, karena dikala beribadah maupun berdoa harus melalui ruh-ruh anak Tuhan tersebut. Inilah penyimpangan aqidah dan ibadah yang dilakukan ahlul kitab Yahudi dan Nashrani, selanjutnya digiring oleh syaethan agar selalu berbuat bid’ah, khurafat dan kemusyrikan. Walaupun sandaranya ruh nabinya, tapi Allah murka, karena perbuatan semacam ini sesat dan menyesatkan, sehingga Allah swt menegur dan memperingatkan.

Qs. Al Maidah (5:77).

قُل يٰأَهلَ الكِتٰبِ لا تَغلوا فى دينِكُم غَيرَ الحَقِّ وَلا تَتَّبِعوا أَهواءَ قَومٍ قَد ضَلّوا مِن قَبلُ وَأَضَلّوا كَثيرًا

وَضَلّوا عَن سَواءِ السَّبيلِ

“Katakanlah: “Hai ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”

Maka Allah swt memperingatkan umat Islam, jangan menjadi seperti Yahudi dan Nashrani melupakan bimbingan wahyu Ilahi. Agar tetap senantiasa mengkaji isi al-Qur’an, merupakan hudan (petunjuk) agar tidak digiring selera hawa napsu mencari perantara-perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena al Qur’an dan Hadits yang shohih sudah cukup lengkap merupakan petunjuk Ilahiyyah.

Qs. Al-Hadid (57 : 16).

أَلَم يَأنِ لِلَّذينَ ءامَنوا أَن تَخشَعَ قُلوبُهُم لِذِكرِ اللَّهِ وَما نَزَلَ مِنَ الحَقِّ وَلا يَكونوا كَالَّذينَ أوتُوا الكِتٰبَ مِن

قَبلُ فَطالَ عَلَيهِمُ الأَمَدُ فَقَسَت قُلوبُهُم ۖ وَكَثيرٌ مِنهُم فٰسِقونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Padahal sebelumnya Allah telah mengambil janji kesaksiyan dan kesetiaan dari ahlul kitab Yahudi dan Nasrani, masalah tauhid (keesaan Allah), tetapi mereka mengingkari dan membatalkannya. Maka Allah mengutuknya dan membuat hati mereka membatu, suka bertindak atas nama agama, hanya menurut hawa napsunya, bukan dari dalil Ilahi. Sifat mereka suka berkhianat dan melupakan peringatan kitab sucinya, bahkan kitab sucinya tidak dijadikan rujukan, rujukannya hanya selera hawa napsu dan tradisi-tradisi. Inilah hebatnya gerakan syaithan sejak dahulu sampai sekarang, suka menggoyah iman seseorang dengan berbagai cara. Maka Allah murka, kalau hamba-Nya sudah tidak lagi mengikuti bimbingan-Nya. Maka Allah mengutuknya dengan jalan menimbulkan permusuhan dan kebencian sesamanya sampai hari qiamat. Hal semacam ini dikhawatirkan menimpa umat Islam, apabila umat Islam sudah mulai meninggalkan bimbingan wahyu Ilahi dan mengambil bimbingan selera hawa napsu dan tradisi-tradisi

Qs. Al-Maidah (5: 13-14).

يَومَ يَقولُ المُنٰفِقونَ وَالمُنٰفِقٰتُ لِلَّذينَ ءامَنُوا انظُرونا نَقتَبِس مِن نورِكُم قيلَ ارجِعوا وَراءَكُم فَالتَمِسوا

نورًا فَضُرِبَ بَينَهُم بِسورٍ لَهُ بابٌ باطِنُهُ فيهِ الرَّحمَةُ وَظٰهِرُهُ مِن قِبَلِهِ العَذابُ

يُنادونَهُم أَلَم نَكُن مَعَكُم ۖ قالوا بَلىٰ وَلٰكِنَّكُم فَتَنتُم أَنفُسَكُم وَتَرَبَّصتُم وَارتَبتُم وَغَرَّتكُمُ الأَمانِىُّ حَتّىٰ جاءَ أَمرُ

اللَّهِ وَغَرَّكُم بِاللَّهِ الغَرورُ

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan diantara orang-orang yang mengatakan:”Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; Maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.”

Bersambung ……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s