UMMAT JAHILIYAH DIKALA BERDOA/IBADAH MELALUI RUH-RUH ORANG SHALIH YANG SUDAH MATI

Posted: April 12, 2013 in Uncategorized

EDISI 23

Oleh : Prof.DR.H.Salim Badri

 

assalamuallaikum warrahmatullahi wabarrakatuh…

Umat Islam harus bersyukur Kepada Allah swt, yang telah memberikan bimbingan melalui wahyuNya dalam al Qur’an, sejak 14 abad yang lalu sampai sekarang maasih asli, bahkan sampai hari qiamat. Sehingga umat Islam tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan upacara ibadah maupun berdo’a, karena kalau mencari sesuatu tidak terdapat dalam al Qur’an, disediakan dalam hadits Nabi saw yang shahih. Lain halnya orang-orang kafir quraisy, mereka sudah mengenal Allah, ayahnya Nabi Muhammad, namanya Abdullah (hamba Allah), tetapi karena tidak ada bimbingan wahyu Ilahi, mengalami kesulitan dikala mau melaksanakan Ibadah atau berdo’a, tidak tahu bagaimana caranya mendekatkan diri kepada Allah. Sehimgga harus mencari dan melalui nama ruh-ruh orang sholeh yang telah meninggal, diwujudkan dalam bentuk patung-patung yang diletakan diatas ka’bah, ada yang bernama Lata, Uzza, Manat, Hubal, dlsb. Maksud mereka mewujudkan dalam bentuk patung agar bisa konsentrasi. Mereka tidak memahami nyambat ruh-ruh itu hukumnya musyrik.

Allah swt berfirman dalam Qs. Azzumar (39:3).

أَلا لِلَّهِ الدّينُ الخالِصُ ۚ وَالَّذينَ اتَّخَذوا مِن دونِهِ أَولِياءَ ما نَعبُدُهُم إِلّا لِيُقَرِّبونا إِلَى اللَّهِ زُلفىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحكُمُ

بَينَهُم فى ما هُم فيهِ يَختَلِفونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لا يَهدى مَن هُوَ كٰذِبٌ كَفّارٌ

 “Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar”.

Orang-orang musyrik Mekah, jelas-jelas mengatakan, kami tidak menyembah atau berdo’a meminta-minta kepada patung-patung ini, tetapi ini kami jadikan sebagai perantara untuk mendekatkan kami dengan Allah. Mereka tidak mengetahui perbuatan semacam ini hukumnya musyrik. Bagi umat Islam sejak diutusnya Nabi saw, dan telah turunnya wahyu Ilahi, tidak ada kesulitan, baik mau beribadah maupun berdo’a, tidak usah mencari-cari ruh-ruh orang-orang sholeh yang telah meninggal untuk menjadi perantara. Karena Allah swt telah memerintahkan dalam al Qur’an, agar langsung saja tanpa melalui perantara.

Allah swt berfirman dalam Qs. Al Baqarah (2:186).

إِذا سَأَلَكَ عِبادى عَنّى فَإِنّى قَريبٌ ۖ أُجيبُ دَعوَةَ الدّاعِ إِذا دَعانِ ۖ فَليَستَجيبوا لى وَليُؤمِنوا بى لَعَلَّهُم

يَرشُدونَ

 “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.

“Dan Tuhanmu berfirman:”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (tidak patuh padaKu) akan dimasukan neraka Jahannam dalam Keadaan hina”

Amal-amalan kafir quraisy yang terbiasa apabila berdo’a kepada Allah mencari perantara ruh-ruh orang sholeh dengan tujuan untuk mendekatkannya hukumnya musyrik. Karenanya Allah abadikan dalam al-Quran agar umat Islam tidak dibujuk syaithan untuk berbuat musyrik semacam itu. Orang-orang yang terjerumus kepada kemusyrikan, maka menjadi kafir yang akan direndam dalam neraka jahannam selama-lamanya. Orang-orang yang terjerumus kelak di akhirat dikala dihadapkan kepada Allah, saling berdebat antara jamaah dan tokohnya.

Dalam Qs. Saba (34:31-32-33):

وَقالَ الَّذينَ كَفَروا لَن نُؤمِنَ بِهٰذَا القُرءانِ وَلا بِالَّذى بَينَ يَدَيهِ ۗ وَلَو تَرىٰ إِذِ الظّٰلِمونَ مَوقوفونَ عِندَ

رَبِّهِم يَرجِعُ بَعضُهُم إِلىٰ بَعضٍ القَولَ يَقولُ الَّذينَ استُضعِفوا لِلَّذينَ استَكبَروا لَولا أَنتُم لَكُنّا مُؤمِنينَ

 قالَ الَّذينَ استَكبَروا لِلَّذينَ استُضعِفوا أَنَحنُ صَدَدنٰكُم عَنِ الهُدىٰ بَعدَ إِذ جاءَكُم ۖ بَل كُنتُم مُجرِمينَ

وَقالَ الَّذينَ استُضعِفوا لِلَّذينَ استَكبَروا بَل مَكرُ الَّيلِ وَالنَّهارِ إِذ تَأمُرونَنا أَن نَكفُرَ بِاللَّهِ وَنَجعَلَ لَهُ أَندادًا ۚ

وَأَسَرُّوا النَّدامَةَ لَمّا رَأَوُا

العَذابَ وَجَعَلنَا الأَغلٰلَ فى أَعناقِ الَّذينَ كَفَروا ۚ هَل يُجزَونَ إِلّا ما كانوا يَعمَلونَ

.”Dan orang-orang kafir berkata: “Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al Quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya”. dan (alangkah hebatnya) kalau kamu meihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Allah, sebahagian dari mereka menyampaikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah (murid) berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri (guru): “Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: “Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa. Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “(Tidak) sebenarnya tipu daya(mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya”. kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan”.

Bersambung….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s