UMMAT JAHILIYAH MENGIKUTI AYAT-AYAT AL QURAN CUKUP HANYA 23 TAHUN LANGSUNG BERIMAN

Posted: April 28, 2013 in Uncategorized

EDISI 027

Pengasuh : Prof.DR.H.Salim Bajri

assalamuallaikum wr wb….

quran-wayoflifeSebahagian besar orang beranggapan, Jahiliyah adalah faham primitip, itu kekeliruan yang besar. Faham jahiliyah sebagaimana telah dimuat pada edisi 025, adalah bersifat bodoh dari yang hak (wahyu Ilahi). Sebelum
Nabi Muhammad saw diutus menjadi Rasul, faham jahiliyah merajalela. Dari segi keagamaan merajalelanya kekafiran, bid’ah, khurafat dan kemusyrikan, dari segi moral, merjalelanya perzinahan, pemabokan, perjudian dan semua bentuk-bentuk kemaksiyatan, dari segi ukhuwah terjadinya perpecahan dan permusuhan antar kabilah, dari segi ekonomi  digolongkan Negara miskin. Adapun dari segi ilmu pengetahuan pada umumnya, merekapun sudah agak memahami, sudah tahu cara bernegaran, membuat uang, berdagang antar pulau, bahkan antar negara, mereka juga sudah membuat Qanun (undang-undang), hasil produk akal pikirannya. Tetapi setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul, pada awalnya mereka menolak ayat-ayat Allah dengan sikap sombong. Setelah ayat-ayat Allah turun berkelanjutan selama + 23 tahun, disamping sedikit demi sedikit mewarnai qalbu mereka, juga memperhatikan sikap Nabi dan para shahabatnya yang telah beriman, mempunyai sifat yang tegas dan jelas. Qs. Al-Fath (48:29)

مُحَمَّدٌ رَسولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذينَ مَعَهُ أَشِدّاءُ عَلَى الكُفّارِ رُحَماءُ بَينَهُم ۖ تَرىٰهُم رُكَّعًا سُجَّدًا يَبتَغونَ فَضلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضوٰنًا ۖ    

…… سيماهُم فى وُجوهِهِم مِن أَثَرِ السُّجودِ

 “ Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud”.

Nabi Muhammad saw beserta para shahabatnya yang telah beriman setelah dadanya penuh berisi wahyu Ilahi  maka tumbuh sifat tegas, bisa membedakan yang hak dengan yang bathil. Bersikap keras kepada kekafiran, kefasikan, kemunafikan dan kemusyrikan, tidak sedikitpun mentolelirnya. Namun sebaliknya  selalu mentolelir yang baik-baik dan sangat kasih sayang kepada sesama yang seiman  Islam. Inilah kehebatan ayat-ayat Allah yang bisa merubah sikap dan hati seseorang walaupun telah membatu ratusan tahun, dalam kurun waktu + 23 tahun bisa merubah secara total dalam segala hal. Asalkan setiap indifidu mendambakan yang hak, dan tidak taklid buta kepada pendahulunya, serta mau memperhatikan isi wahyu Ilahi, dengan niat mengamalkannya, bukan sekedar mendengar ghina dan lagunya saja. Qs. Al-An’am (6:88).

ذٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهدى بِهِ مَن يَشاءُ مِن عِبادِهِ ۚ وَلَو أَشرَكوا لَحَبِطَ عَنهُم ما كانوا يَعمَلونَ

 “ Itulah Al-Qur’an petunjuk Allah, yang dengannya  Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”.

            Jadi  jelas wahyu Ilahi yang terhimpun dalam al-Qur’an 30 juz, bisa memberi hidayah kepada siapapun  hamba-hamba Allah  yang berminat, baik manusia ataupun jin, dengan syarat baik dalam hati  maupun amalannya  tidak terselip sedikitpun  perbuatan  syirik, kalau terselip, maka semua amalannya akan sirna dan hidayah serta iman  tidak akan masuk kedalam hati. Q.s. Al-Ahqof (46:29-30).

(وَإِذ صَرَفنا إِلَيكَ نَفَرًا مِنَ الجِنِّ يَستَمِعونَ القُرءانَ فَلَمّا حَضَروهُ قالوا أَنصِتوا ۖ فَلَمّا قُضِىَ وَلَّوا إِلىٰ قَومِهِم مُنذِرينَ ﴿٢٩

( قالوا يٰقَومَنا إِنّا سَمِعنا كِتٰبًا أُنزِلَ مِن بَعدِ موسىٰ مُصَدِّقًا لِما بَينَ يَدَيهِ يَهدى إِلَى الحَقِّ وَإِلىٰ طَريقٍ مُستَقيمٍ ﴿٣٠

“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: “Hai kaum Kami, sesungguhnya Kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus”
Dalam ayat tersebut diatas bukan saja manusia jahiliyah yang memeluk Islam dan beriman, tetapi jin-jin pun  beriman  setelah  mendengar  Wahyu Ilahi, dan mengakui  ayat-ayat Allah tersebut memberi petunjuk kearah jalan yang lurus. Sehingga pada saat itu dalam waktu yang singkat + 23 tahun, kondisi dan keadaan berubah 180 drajat, Makah dan Madinah bersih dari bi’ah, khurafat, kemusyrikan dan kekafiran, dari Daarul kufri berubah menjadi Daarul Islam. Dan Allah berjanji kalau umat dan pimpinannya beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan barokah dari langit dan Bumi, dan sejak itu sampai sekarang Mekah dan Madinah termasuk subur makmur, aman dan damai (padahal negeri itu padang pasir dan gersang). Qs. Al-A’raf (7:96).
وَلَو أَنَّ أَهلَ القُرىٰ ءامَنوا وَاتَّقَوا لَفَتَحنا عَلَيهِم بَرَكٰتٍ مِنَ السَّماءِ وَالأَرضِ وَلٰكِن كَذَّبوا فَأَخَذنٰهُم بِما كانوا يَكسِبونَ 
“ Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”
Dan faktor penyebab apa? Alqur’an di Negara kita sudah berusia ratusan tahun, tapi tidak bisa menghilangkan bib’ah, khurrafat, kemusyrikan dan kekafiran, sehingga barokah Allah tidak turun. Penyebabnya tiada lain, al-Qur’an sekedar dijadikan bacaan saja, bukan kajian yang ingin memahami isi dan mengamalkannya, sedangkan al-Qur’an itu hudan atau petunjuk yang harus diamalkan isinya. Pada umum.nya cukup hanya membaca dzikir sambil ngantuk dan geleng-geleng kepala, dzikir itu mengingat peringatan Allah dalam al-Qur’an. Qs. Al-Hijr (15:9)

إِنّا نَحنُ نَزَّلنَا الذِّكرَ وَإِنّا لَهُ لَحٰفِظونَ

“ Sesungguhnya  Kami-lah yang menurunkan  Addzikru (Al- Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”

Qs. (33:34).                                                                                                                                          وَاذكُرنَ ما يُتلىٰ فى بُيوتِكُنَّ مِن ءايٰتِ اللَّهِ وَالحِكمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كانَ لَطيفًا خَبيرًا  

“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha lembut lagi Maha mengetahui”.

Bersambung ………

Ikuti KAJIAN TAFSIRnya DI HARI JUM’AT MALAM & SABTU PAGI di

MAJLIS TA’LIM “ASY-SYAFI’I”

Jl. Pekarungan Panjunan Cirebon Telp. (0231) 203854 HP. 082116222138

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s